
KabarKabari,- Timnas Singapura menunjukkan sikap percaya diri jelang perhelatan Piala AFF 2026 atau yang kini bernama ASEAN Hyundai Cup. Meski tergabung dalam grup yang sarat tantangan, pelatih Singapura Gavin Lee menegaskan timnya tidak gentar menghadapi lawan-lawan kuat, termasuk Timnas Indonesia asuhan John Herdman.
Bagi Singapura, Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional biasa. Kompetisi ini juga dipandang sebagai bagian penting dari persiapan mereka menuju Piala Asia 2027, yang telah berhasil mereka lolosi. Oleh karena itu, menghadapi tim-tim kuat justru dianggap sebagai keuntungan, bukan beban.
Satu Grup dengan Indonesia dan Vietnam
Hasil undian menempatkan Timnas Singapura dan Timnas Indonesia dalam Grup A Piala AFF 2026. Grup ini dinilai sebagai salah satu grup paling kompetitif di turnamen tersebut. Selain Indonesia dan Singapura, Grup A juga dihuni oleh Vietnam, Kamboja, serta pemenang playoff antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Sementara itu, Grup B diisi oleh Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Dengan komposisi tersebut, Piala AFF 2026 diprediksi akan berlangsung ketat sejak fase grup, tanpa adanya laga yang bisa dianggap mudah oleh peserta mana pun.
Turnamen sepak bola paling prestisius di Asia Tenggara ini akan digelar dengan format kandang dan tandang pada periode 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, format yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta kedalaman skuad setiap tim.
Gavin Lee Sambut Tantangan dengan Antusias
Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, mengaku hasil undian tersebut sangat menarik. Ia menilai pertemuan dengan tim-tim kuat seperti Indonesia dan Vietnam akan menjadi ujian berharga bagi skuad asuhannya.
Menurut Gavin Lee, sejak awal pihaknya sudah menyadari bahwa Piala AFF 2026 akan menjadi kompetisi yang berat. Tidak ada grup yang mudah, dan setiap pertandingan akan menuntut performa terbaik dari para pemain.
“Akan sulit. Tapi, Anda tahu, sebelum undian kami sudah tahu bahwa kompetisi ini akan sulit. Tidak akan ada pertandingan mudah, grup mudah,” ujar Gavin Lee kepada awak media, termasuk Okezone, saat ditemui di Jakarta.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesiapan mental Singapura untuk menghadapi tekanan, terutama ketika berhadapan dengan tim-tim yang memiliki kualitas dan reputasi lebih tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Hadapi Indonesia Asuhan John Herdman
Salah satu laga yang paling dinantikan di Grup A adalah pertemuan antara Singapura dan Timnas Indonesia, yang kini ditangani oleh John Herdman. Kehadiran pelatih tersebut membawa perhatian tersendiri, mengingat Indonesia tengah membangun kekuatan baru dengan pendekatan dan filosofi berbeda.
Bagi Singapura, menghadapi Indonesia bukan hanya soal rivalitas regional, tetapi juga kesempatan untuk mengukur sejauh mana perkembangan tim mereka. Gavin Lee menyebut laga-laga sulit seperti ini sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan daya saing tim.
“Sebagai bagian dari persiapan kami untuk Piala Asia, kami ingin didorong, kami ingin diuji, kami ingin dibuat tidak nyaman,” lanjut Gavin Lee.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Singapura tidak datang ke Piala AFF 2026 dengan mental bertahan semata, melainkan ingin menjadikan turnamen ini sebagai laboratorium kompetitif sebelum tampil di level Asia.
Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pemanasan Menuju Piala Asia 2027
Keberhasilan Singapura lolos ke Piala Asia 2027 menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan diri. Namun, Gavin Lee menilai keikutsertaan di Piala Asia saja tidak cukup tanpa persiapan yang matang.
Piala AFF 2026 dianggap sebagai sarana ideal untuk menguji konsistensi permainan, ketahanan fisik pemain, serta kemampuan tim menghadapi tekanan tinggi, terutama dengan format kandang-tandang yang lebih menantang dibanding edisi sebelumnya.
Dengan menghadapi Indonesia dan Vietnam di fase grup, Singapura diharapkan mendapatkan gambaran nyata mengenai level permainan mereka dibandingkan tim-tim terbaik di kawasan.
Indonesia Jadi Tolok Ukur Kekuatan
Timnas Indonesia sendiri dipandang sebagai salah satu kekuatan yang tengah berkembang di Asia Tenggara. Di bawah asuhan John Herdman, Indonesia diharapkan tampil dengan identitas permainan yang lebih jelas dan kompetitif.
Bagi Singapura, laga melawan Indonesia akan menjadi tolok ukur penting untuk menilai kesiapan mereka, baik secara taktik maupun mental. Gavin Lee menegaskan bahwa tekanan dan tantangan seperti inilah yang dibutuhkan timnya agar terus berkembang.
Persaingan Grup A Diprediksi Ketat
Dengan hadirnya Vietnam, Indonesia, dan Singapura dalam satu grup, Grup A dipastikan menjadi sorotan utama. Setiap pertandingan akan memiliki arti penting, dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam perebutan tiket ke fase selanjutnya.
Format kandang-tandang juga menambah kompleksitas persaingan, karena tim harus mampu tampil konsisten baik di hadapan pendukung sendiri maupun saat bertandang ke markas lawan.
Penutup
Piala AFF 2026 dipastikan menjadi ajang yang penuh gengsi dan persaingan sengit. Bagi Timnas Singapura, turnamen ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang proses membangun tim yang siap bersaing di level Asia.
Sikap percaya diri Gavin Lee menghadapi Timnas Indonesia asuhan John Herdman menunjukkan bahwa Singapura tidak gentar menghadapi tantangan besar. Sebaliknya, mereka justru menyambutnya sebagai kesempatan emas untuk mengasah kekuatan sebelum tampil di Piala Asia 2027.
Kini, publik sepak bola Asia Tenggara menanti duel panas di Grup A, yang diprediksi akan menjadi salah satu grup paling menarik sepanjang sejarah Piala AFF.
