
KabarKabari,- Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Indira Gandhi Medical College (IGMC), Shimla, Negara Bagian Himachal Pradesh, India. Seorang dokter terekam kamera melakukan tindakan kekerasan terhadap pasien yang tengah terbaring di bangsal perawatan. Video kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 22 Desember. Dalam rekaman video yang viral, terlihat seorang pria yang disebut sebagai dokter menghampiri pasien yang sedang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit. Tanpa alasan yang jelas, dokter tersebut tampak memukul pasien secara berulang, sementara pasien terlihat tidak mampu melawan atau menghindar.
Pasien yang diketahui bernama Arjun Panwar disebut tengah menjalani perawatan akibat gangguan pernapasan. Menurut keterangan korban, ia datang ke IGMC untuk mendapatkan perawatan medis, bukan untuk terlibat dalam konflik apa pun. Namun secara tiba-tiba, dokter tersebut datang dan melakukan tindakan kekerasan tanpa penjelasan.
“Aku tidak tahu apa kesalahan saya. Tiba-tiba dia datang dan memukul saya,” ujar Panwar sebagaimana dikutip dari laporan media lokal.
Video insiden tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter), Instagram, dan Facebook. Banyak warganet mengecam tindakan sang dokter dan mempertanyakan standar profesionalisme tenaga medis di rumah sakit pemerintah.
Peristiwa ini pun menuai reaksi keras dari masyarakat serta organisasi kesehatan. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut mencoreng etika kedokteran dan melanggar hak asasi pasien. Tak sedikit pula yang mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
Pihak manajemen Indira Gandhi Medical College dilaporkan telah mengetahui insiden tersebut dan tengah melakukan penyelidikan internal. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada dokter bersangkutan. Namun, pihak rumah sakit memastikan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.
Sementara itu, otoritas kesehatan setempat juga dikabarkan telah turun tangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran etik dan kekerasan medis tersebut. Kasus ini berpotensi berujung pada tindakan disipliner hingga proses hukum jika terbukti terjadi pelanggaran berat.
Para pengamat menilai kejadian ini mencerminkan pentingnya pengawasan ketat terhadap tenaga medis, terutama dalam menjaga etika profesional dan keselamatan pasien. Kekerasan dalam bentuk apa pun, terlebih di fasilitas kesehatan, dianggap sebagai pelanggaran serius yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem layanan kesehatan.
Kasus ini juga memicu diskusi luas mengenai tekanan kerja di lingkungan rumah sakit serta perlunya mekanisme pengaduan yang aman bagi pasien. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak terulang, dan agar rumah sakit memperkuat sistem pengawasan internal demi menjamin keselamatan pasien.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dilaporkan stabil dan masih menjalani perawatan. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang untuk memastikan keadilan ditegakkan dan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.

One thought on “Niat Berobat, Malah Dianiaya: Aksi Brutal Dokter di India”