saham gorengan

Jangan Jadi Korban! Cara Mengenali Saham Gorengan Sejak Dini

Saham Gorengan dan Ancaman Stabilitas Pasar Modal Indonesia

Kabarkabari,- Dalam beberapa tahun terakhir, istilah saham gorengan semakin sering muncul dalam diskusi pasar modal Indonesia. Istilah ini merujuk pada saham yang harganya digerakkan oleh aktivitas spekulatif atau manipulatif, bukan karena kinerja bisnis perusahaan.

BEI menegaskan bahwa saham gorengan bukan jenis saham tertentu, melainkan aktivitas manipulasi harga di pasar. Semua saham berpotensi menjadi saham gorengan jika terjadi rekayasa perdagangan yang mempengaruhi harga secara tidak wajar.

Salah satu pola paling umum adalah pump and dump. Dalam pola ini, pelaku menaikkan harga saham secara bertahap untuk menarik perhatian investor. Setelah harga naik dan banyak investor membeli, pelaku menjual saham dalam jumlah besar sehingga harga jatuh drastis.

Saham gorengan biasanya memiliki karakteristik tertentu. Pergerakan harga sering sangat tajam tanpa adanya perubahan kinerja perusahaan. Selain itu, volume perdagangan bisa melonjak tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas.

Fenomena ini berbahaya karena dapat merugikan investor ritel yang masuk di harga tinggi. Investor yang kurang berpengalaman sering terjebak karena takut ketinggalan momentum kenaikan harga.

Secara regulasi, manipulasi harga saham dilarang oleh Undang-Undang Pasar Modal. Regulasi tersebut melarang transaksi yang bertujuan menciptakan gambaran palsu mengenai aktivitas perdagangan atau harga efek di bursa.

Perhatian terhadap saham gorengan meningkat setelah MSCI menyoroti isu transparansi dan investabilitas saham Indonesia. MSCI memutuskan untuk membekukan kenaikan FIF dan NOS serta menunda penambahan saham baru ke indeks IMI. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas indeks sekaligus mendorong peningkatan transparansi pasar.

FIF sendiri merupakan indikator berapa besar saham yang tersedia untuk investor asing di pasar global. Semakin tinggi FIF, semakin besar peluang saham tersebut masuk indeks global.

Bagi investor, memahami konteks ini sangat penting. Jika pasar dinilai kurang transparan, maka minat investor global dapat menurun. Dampaknya, likuiditas pasar juga bisa ikut melemah.

Untuk menghindari saham gorengan, investor disarankan fokus pada saham dengan fundamental kuat. Perusahaan yang memiliki laporan keuangan sehat, pertumbuhan bisnis stabil, dan tata kelola baik biasanya lebih aman untuk investasi jangka panjang.

Investor juga perlu berhati-hati terhadap rumor pasar. Banyak saham gorengan bergerak karena informasi yang belum tentu benar atau belum terverifikasi. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengacu pada sumber informasi resmi.

Selain itu, disiplin manajemen risiko juga sangat penting. Investor sebaiknya menetapkan batas kerugian (cut loss) dan tidak menaruh seluruh dana pada satu saham saja.

Di era digital saat ini, edukasi finansial menjadi kunci utama. Semakin banyak investor memahami risiko saham gorengan, semakin kecil peluang praktik manipulasi berkembang.

Kesimpulannya, saham gorengan merupakan fenomena yang harus diwaspadai oleh semua pelaku pasar. Dengan pemahaman yang baik, investor dapat melindungi asetnya sekaligus membantu menciptakan pasar modal yang lebih sehat dan transparan.

More From Author

Kapal Fregat

Dua Fregat Turki, Indonesia Bikin Kawasan Melirik Laut Nusantara

Persipura Datangkan Kapten Liga 2

Resmi! Persipura Datangkan Kapten Liga 2 dan Striker Asing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *