
KabarKabari,- Pasar logam mulia kembali menghadapi tekanan pada awal Februari 2026. Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, memperpanjang tren pelemahan yang sudah terlihat sejak hari sebelumnya.
Pada perdagangan hari ini, harga perak Antam ditetapkan di level Rp 53.900 per gram, turun Rp 600 dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya. Penurunan ini menambah daftar koreksi yang terjadi pada Senin, 2 Februari 2026, ketika harga perak Antam juga melemah Rp 250 menjadi Rp 54.500 per gram.
Koreksi Beruntun Jadi Sorotan
Penurunan harga perak Antam secara berturut-turut ini menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam dua hari, harga perak telah terkoreksi cukup dalam, mencerminkan tekanan yang belum mereda di pasar logam mulia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga perak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik, tetapi juga sangat bergantung pada dinamika pasar global yang sedang bergejolak.
Hubungan Erat dengan Sentimen Global
Harga perak, seperti halnya emas, sangat dipengaruhi oleh sentimen investor global. Ketika pasar menghadapi ketidakpastian, investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio, termasuk mengurangi eksposur pada aset tertentu.
Penurunan harga perak Antam yang terjadi saat ini sejalan dengan pelemahan harga emas dan perak di pasar internasional. Hal tersebut menegaskan bahwa tekanan berasal dari faktor eksternal yang bersifat luas.
Perak: Antara Investasi dan Industri
Berbeda dengan emas yang lebih dominan sebagai aset lindung nilai, perak memiliki peran ganda sebagai instrumen investasi dan bahan baku industri. Ketika aktivitas ekonomi global melambat, permintaan industri terhadap perak cenderung menurun, yang pada akhirnya menekan harga.
Faktor ini membuat harga perak sering kali lebih volatil dibandingkan emas, terutama dalam periode ketidakpastian ekonomi.
Dampak bagi Investor Domestik
Bagi investor domestik, penurunan harga perak Antam menjadi sinyal penting untuk melakukan evaluasi strategi. Investor yang berorientasi jangka panjang mungkin melihat kondisi ini sebagai peluang pembelian bertahap.
Namun, bagi investor jangka pendek, volatilitas harga yang tinggi dapat meningkatkan risiko kerugian jika tidak disertai perencanaan yang matang.
Korelasi dengan Harga Emas Antam
Data menunjukkan bahwa pelemahan harga perak Antam terjadi bersamaan dengan koreksi harga emas Antam pada periode yang sama. Korelasi ini mencerminkan tekanan menyeluruh di pasar logam mulia.
Ketika emas mengalami koreksi, perak biasanya ikut terdampak, meski dengan tingkat volatilitas yang lebih tinggi.
Perlu Kehati-hatian dalam Mengambil Keputusan
Dalam situasi pasar yang fluktuatif, investor disarankan untuk tetap rasional dan tidak terpancing pergerakan harga jangka pendek. Pemahaman terhadap karakter aset serta tujuan investasi menjadi faktor utama dalam menentukan langkah selanjutnya.
Mengelola risiko dan menjaga keseimbangan portofolio menjadi strategi yang relevan untuk menghadapi ketidakpastian pasar logam mulia saat ini.
Outlook Jangka Pendek
Dengan tren pelemahan yang masih berlangsung, harga perak Antam berpotensi tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga.
Meski demikian, perak tetap memiliki peran penting dalam portofolio investasi, baik sebagai aset diversifikasi maupun sebagai instrumen yang memiliki nilai fundamental jangka panjang.
