
KabarKabari,- Suasana pagi di Shariff Aguak, Filipina, berubah mencekam pada Minggu (25/1/2026). Sebuah konvoi yang membawa Wali Kota Shariff Aguak, Datu Akmad B. Ampatuan Sr., menjadi sasaran penyergapan bersenjata berat saat melintas di kawasan Barangay Mother Poblacion.
Serangan ini tergolong ekstrem. Selain dihujani peluru dari senjata api bertenaga tinggi, konvoi tersebut juga menjadi target tembakan Rocket-Propelled Grenade (RPG).
Perjalanan Pagi yang Berujung Teror
Sekitar pukul 06.00 waktu setempat, Wali Kota Ampatuan meninggalkan lokasi menuju kediamannya. Ia menumpang Toyota Land Cruiser hitam berpelat NDJ 9995, kendaraan yang dikenal tangguh dan biasa digunakan di daerah dengan risiko keamanan tinggi.
Konvoi tersebut dikawal oleh Toyota Hilux abu-abu berpelat LAM 8146, yang membawa sejumlah personel keamanan bersenjata.
Namun, perjalanan rutin itu berubah menjadi mimpi buruk ketika sebuah minivan putih tiba-tiba mendekat dan melancarkan serangan mendadak.
Serangan Terencana dan Terukur
Menurut laporan awal kepolisian, pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah kendaraan konvoi. Intensitas serangan meningkat ketika pelaku meluncurkan RPG ke arah Land Cruiser dan kendaraan pengawal.
Penggunaan senjata berat ini menunjukkan bahwa serangan dilakukan dengan perencanaan matang. RPG bukan senjata yang mudah diakses dan biasanya digunakan dalam operasi militan atau konflik bersenjata.
Ketangguhan Kendaraan dan Respons Pengawal
Meski diterjang tembakan dan ledakan, Land Cruiser yang ditumpangi Wali Kota Ampatuan mampu tetap bergerak. Ketangguhan kendaraan ini diduga berperan besar dalam menyelamatkan nyawa wali kota.
Personel pengawal segera merespons serangan dan melakukan manuver pengamanan untuk membawa wali kota keluar dari zona bahaya.
Wali Kota Selamat dari Percobaan Pembunuhan
Hingga laporan ini disusun, Wali Kota Ampatuan dinyatakan selamat. Tidak ada laporan resmi mengenai luka serius yang dialaminya.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengamankan wali kota dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Sorotan terhadap Keamanan Pejabat Publik
Insiden ini kembali membuka diskusi luas mengenai keamanan pejabat publik di Filipina, khususnya di wilayah yang memiliki riwayat konflik.
Serangan bersenjata terhadap pejabat daerah berpotensi mengganggu stabilitas politik dan keamanan masyarakat setempat.
Polisi Buru Pelaku
Kepolisian Filipina kini memburu para pelaku yang melarikan diri usai serangan. Minivan putih yang digunakan pelaku telah masuk dalam daftar pencarian.
Penyelidikan mendalam dilakukan untuk mengungkap motif, jaringan, dan latar belakang serangan tersebut.
