Venezuela Pilih Diplomasi Usai Maduro Dibawa ke AS

KabarKabari,- Pemerintah Venezuela di bawah kepemimpinan Presiden sementara Delcy Rodríguez menyerukan langkah diplomasi dan kerja sama dengan Amerika Serikat, menyusul penggerebekan pasukan AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Amerika Latin yang memicu kekhawatiran dunia internasional akan potensi konflik berkepanjangan.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (4/1/2026), Rodríguez mengajak pemerintah Amerika Serikat untuk membangun kembali hubungan bilateral melalui kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dan perdamaian regional.

“Kami mengundang pemerintah Amerika Serikat untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama, dalam kerangka hukum internasional, guna memperkuat kehidupan bersama yang damai dan berkelanjutan,” ujar Rodríguez.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Caracas memilih jalur dialog di tengah situasi politik dan keamanan yang sangat genting.


Penangkapan Maduro Guncang Stabilitas Kawasan

Penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat menjadi salah satu peristiwa geopolitik paling dramatis di awal 2026. Operasi militer tersebut dilaporkan berlangsung di sejumlah titik strategis Venezuela, termasuk kawasan militer dan infrastruktur penting di sekitar Caracas.

Meski pemerintah AS mengklaim operasi tersebut dilakukan untuk menegakkan hukum internasional dan menindak dugaan kejahatan lintas negara, langkah itu menuai kecaman luas dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi langsung terhadap kedaulatan sebuah negara.

Hingga kini, otoritas Venezuela belum mengonfirmasi secara detail status hukum Maduro di Amerika Serikat. Namun, situasi tersebut menciptakan kekosongan kepemimpinan yang memaksa Caracas menunjuk Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara.


Seruan Diplomasi dan Prinsip Non-Intervensi

Dalam pernyataannya, Rodríguez menegaskan bahwa Venezuela berkomitmen pada prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya kesetaraan kedaulatan negara dan non-intervensi. Ia menekankan bahwa hubungan internasional yang sehat harus dibangun di atas dasar saling menghormati, bukan tekanan militer.

“Venezuela memprioritaskan hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati, baik dengan Amerika Serikat maupun dengan negara-negara lain di kawasan, berdasarkan prinsip kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi,” tulis Rodríguez.

Ia juga menegaskan bahwa konflik bersenjata bukan solusi bagi permasalahan global yang kompleks, terutama di kawasan yang memiliki sejarah panjang ketegangan politik dan ekonomi seperti Amerika Latin.


Pesan Perdamaian untuk Trump dan Dunia

Menariknya, Rodríguez menyebut langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pernyataannya. Ia mengatakan bahwa rakyat Venezuela, rakyat Amerika Serikat, dan seluruh kawasan Amerika Latin sama-sama berhak atas perdamaian dan dialog.

“Presiden Donald Trump, rakyat kami, dan kawasan kami pantas mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang. Ini selalu menjadi pesan Presiden Nicolás Maduro, dan itu pula pesan seluruh Venezuela saat ini,” ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan upaya pemerintah sementara Venezuela untuk meredam eskalasi konflik sekaligus membangun narasi bahwa Caracas tetap membuka pintu komunikasi, meski berada dalam posisi politik yang sulit.


Reaksi Internasional Masih Terbagi

Seruan kerja sama dari Presiden sementara Venezuela menuai beragam respons dari komunitas internasional. Sejumlah negara di Amerika Latin dan Eropa menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik dan meminta semua pihak menahan diri.

Sebaliknya, beberapa sekutu Amerika Serikat menilai bahwa penangkapan Maduro merupakan langkah tegas dalam menegakkan hukum internasional. Namun, mereka juga mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan menghormati prinsip hak asasi manusia.

Para analis politik menilai pernyataan Rodríguez sebagai strategi politik untuk memperkuat legitimasi pemerintahan sementara sekaligus mencari dukungan internasional di tengah tekanan besar dari Washington.


Tantangan Berat Pemerintahan Sementara

Meski menyerukan kerja sama, pemerintahan sementara Venezuela menghadapi tantangan berat. Ketidakpastian politik, potensi instabilitas keamanan, serta dampak ekonomi akibat sanksi dan konflik menjadi ujian serius bagi Caracas.

Di dalam negeri, pemerintah harus menjaga stabilitas sosial dan mencegah perpecahan politik. Di luar negeri, Venezuela dituntut untuk meyakinkan komunitas internasional bahwa negara tersebut tetap berkomitmen pada perdamaian dan hukum internasional.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa langkah Rodríguez membuka ruang dialog adalah langkah rasional untuk mencegah Venezuela semakin terisolasi.


Jalan Panjang Menuju Normalisasi

Seruan kerja sama yang disampaikan Presiden sementara Venezuela menandai babak baru dalam hubungan Caracas dan Washington. Meski jalan menuju normalisasi diperkirakan panjang dan penuh tantangan, pernyataan tersebut membuka peluang bagi diplomasi di tengah krisis.

Apakah Amerika Serikat akan merespons ajakan dialog tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Namun, satu hal yang jelas, dunia kini menyoroti Venezuela bukan hanya sebagai medan konflik, tetapi juga sebagai ujian nyata bagi komitmen global terhadap perdamaian, kedaulatan, dan hukum internasional.

More From Author

Kolombia Panas! Petro Perintahkan Pasukan Bersiaga

Trump Klaim Kendalikan Minyak Venezuela, Pasar Global Bergejolak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *