
KabarKabari,- Harga emas kembali menjadi sorotan investor dan masyarakat luas pada Senin, 22 Desember 2025, setelah mencatatkan penguatan signifikan di pasar global maupun domestik. Setelah sepanjang tahun ini logam mulia menunjukkan tren naik, data terbaru mengonfirmasi bahwa emas kini mencapai level harga yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa periode terakhir.
Pergerakan ini dipicu oleh beragam faktor ekonomi global serta dinamika pasar domestik yang mempengaruhi minat beli, investasi, serta pergerakan harga jual dan beli di tanah air.
1. Emas Antam Tembus Harga Tertinggi
Salah satu indikator utama pergerakan emas di Indonesia adalah harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), yang menjadi acuan banyak investor dan pembeli emas fisik.
Per Senin (22/12/2025), harga emas Antam tercatat mengalami kenaikan tipis namun signifikan dibandingkan sebelumnya. Harga untuk emas batangan 1 gram kini mencapai sekitar Rp 2.502.000 — meningkat jika dibandingkan dengan catatan sebelumnya sekitar Rp 2.491.000 — menandakan adanya daya beli dan permintaan yang kuat di pasar domestik.
Data pecahan lainnya di pasar Antam juga menunjukkan tren kenaikan, misalnya:
- 0,5 gram: Rp 1.301.000
- 5 gram: Rp 12.285.000
- 10 gram: Rp 24.515.000
- 50 gram: Rp 122.245.000
- 100 gram: Rp 244.412.000
- 1.000 gram: Rp 2.442.600.000
Ini menunjukkan bahwa emas dengan ukuran lebih besar juga mencatat rekor harga baru sejalan dengan kondisi pasar global.
2. Tren Global: Emas Reaches Historic Highs
Tidak hanya di Indonesia, harga emas dunia juga mencatat rekor tinggi sepanjang masa di pasar internasional. Pada perdagangan global 22 Desember 2025, harga emas spot menunjukkan rally signifikan yang didorong oleh ekspektasi pemotongan suku bunga oleh bank sentral utama, khususnya The Federal Reserve di Amerika Serikat.
Laporan dari pasar global mencatat harga emas mencapai sekitar USD 4.383–4.391 per ounce, level tertinggi dalam sejarah perdagangan emas. Pergerakan ini mencerminkan permintaan investor global terhadap emas sebagai aset safe-haven di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik yang tidak menentu.
Konsolidasi harga emas ini juga menunjukkan bahwa sejak awal 2025, emas naik lebih dari 60 %—yang menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik tahun ini di sektor komoditas.
3. Faktor Pendorong Lonjakan Harga Emas
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi tren kenaikan harga emas akhir-akhir ini dapat dirangkum sebagai berikut:
a. Harapan Penurunan Suku Bunga The Fed
Ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga beberapa kali lagi telah mendorong investor berpindah ke emas. Kebijakan moneter longgar biasanya menekan nilai dolar AS dan membuat emas menjadi lebih menarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar keuangan.
b. Ketidakpastian Ekonomi Global
Ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terkait inflasi di berbagai negara membuat investor global mencari aset yang stabil. Emas, sebagai komoditas yang tidak memberikan yield tetapi aman, kembali menjadi primadona investasi.
c. Permintaan Investor dan Sentimen Pasar
Minat beli dari institusi besar, termasuk bank sentral yang meningkatkan cadangan emas mereka, turut memperkuat harga di pasar global dan domestik. Emas juga dianggap sebagai perlindungan terhadap risiko pasar modal yang fluktuatif.
4. Harga Emas Perhiasan & Variasi di Pasar Domestik
Selain emas batangan, harga emas perhiasan juga menunjukkan tren yang menguat di sebagian besar toko emas lokal pada hari yang sama. Menurut pantauan pasar, harga perhiasan emas—yang biasanya bervariasi tergantung kadar karat dan desain—terpantau stabil hingga sedikit naik di sejumlah pedagang.
Perhiasan emas 24 karat, 22 karat, maupun yang kadar lebih rendah seperti 18 karat biasanya dipengaruhi oleh harga emas global dan kurs rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan harga emas batangan sering kali dibarengi oleh penguatan harga perhiasan, meskipun ada margin karat dan biaya pengerjaan yang berbeda.
5. Paparan Data Harga Emas Dunia & Refleksi di Indonesia
Melihat data internasional, harga emas spot masih berada pada level tinggi, dengan harga per ons emas di pasar global berada di atas USD 4.340 per ounce, bahkan sempat mencapai tertinggi di atas USD 4.390 per ounce pada perdagangan hari ini.
Jika dikonversikan ke dalam rupiah dan per gram, data pasar lokal menunjukkan bahwa harga emas per gram Indonesia berkisar di angka sekitar Rp 2,37 juta per gram berdasarkan konversi spot terbaru.
6. Implikasi Bagi Investasi dan Konsumen
Kenaikan harga emas secara global dan domestik membawa berbagai implikasi:
Investasi
Harga emas yang terus naik menunjukkan bahwa emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang menarik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Investor jangka panjang cenderung mempertahankan posisi emasnya, sementara investor jangka pendek bisa memanfaatkan momentum volatilitas ini.
Konsumen
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas untuk perhiasan atau tabungan, harga tinggi berarti biaya pembelian juga meningkat. Namun, untuk jangka panjang, banyak analis tetap melihat emas sebagai aset yang menguntungkan dalam portofolio investasi yang beragam.
Harga emas pada 22 Desember 2025 menunjukkan tren penguatan yang signifikan baik di pasar global maupun di Indonesia. Nilai emas batangan Antam tembus lebih dari Rp 2,5 juta per gram, sementara harga emas dunia mencapai level tertinggi dalam sejarahnya di atas USD 4.300 per ounce.
Pergerakan ini dipengaruhi oleh ekspektasi moneter global, permintaan investor terhadap aset safe-haven, serta kekuatan ekonomi makro yang mendorong emas sebagai instrumen lindung nilai yang penting di tengah dinamika pasar.

One thought on “Emas Hari Ini: Rekor Baru & Kenaikan Menjelang Tahun baru?”